Merajut Kebersamaan Dalam Doa Lintas Agama HUT Bhayangkara ke-80

Bandar Lampung (30/6) Suasana di Gedung Serbaguna GSG Presisi Mapolda Lampung terasa berbeda dari biasanya. Di bawah satu atap, para tokoh agama, pejabat, dan masyarakat duduk berdampingan. Tujuannya satu: memanjatkan doa bersama lintas agama menyambut Hari Bhayangkara ke-80 pada Selasa (30/6).

Acara yang khidmat itu dihadiri Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat dari berbagai penjuru Lampung.

Pengurus DPD LDII Kota Bandar Lampung, hadir langsung Ketua, H. M. Miftah Fallah, S.E., didampingi Wakil Ketua,  H. M. Tarmin Abdoellah, S.Pd., dan Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan, Ilham Saputra, S.H.. Kehadiran ini menjadi simbol bahwa merawat kebangsaan adalah tanggung jawab bersama.

Acara dibuka dengan pengarahan dari Wakapolda, Brigjen Sumarto, beliau menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan doa dan sinergi seluruh elemen bangsa. “Indonesia kuat karena keberagamannya. Hari ini kita buktikan, beda keyakinan bukan penghalang untuk mendoakan negeri dan aparat yang menjaga negeri ini,” ujarnya.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan lintas agama, disusul tausiyah kebangsaan yang mengajak hadirin memperkuat persatuan dan toleransi.

Di tengah suasana haru, Wakapolda juga menjelaskan alasan ketidakhadiran Kapolda Lampung, Irjen. Helfy Assegaf, S.I.K,M.H., “Bapak Kapolda saat ini berada di Mabes Polri untuk menghadiri Gladi Puncak peringatan Hari Bhayangkara. Ada kabar baik yaitu Polda Lampung akan menerima penghargaan tertinggi, Nugraha Sakanti, langsung dari Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.

Sorak haru dan tepuk tangan pun menggema di GSG Presisi. Nugraha Sakanti adalah penghargaan bergengsi yang hanya diberikan kepada Polda yang dinilai berprestasi luar biasa dalam menjaga kamtibmas.

“Ini bukan hanya kebanggaan Polri, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Lampung,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah. Di pelataran GSG, Wakapolda terlihat berbincang akrab dengan Pengurus LDII dan tokoh agama lain. Tak ada sekat, hanya ada semangat yang sama yaitu mendoakan Bhayangkara, mendoakan Indonesia. (mta)