Bandar Lampung (12/6) Bulan Muharam adalah salah satu dari empat bulan suci (bulan haram) yang dimuliakan dalam Islam, berfungsi sebagai momentum spiritual utama untuk evaluasi diri (muhasabah), berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, dan membuka lembaran baru dengan memperbanyak amal ibadah serta menjauhi perbuatan maksiat.
Momentum keistimewaan bulan muharam ini menjadi tema pengajian akbar yang digelar PC LDII Kedamaian berkolaborasi dengan PC LDII Enggal di Masjid Tawakal Tanjung Gading Bandar Lampung pada Jumat (12/6).

Ustadz Fajar Rusdiansyah yang juga ketua PAC LDII Tanjung Gading menyampaikan kajian surah AlBaqoroh ayat 148 “Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan”.
Ayat ini menegaskan bahwa yang terpenting dalam beragama adalah kepatuhan kepada Allah SWT dan berbuat kebaikan terhadap orang lain. Allah SWT juga telah memerintahkan umat-Nya untuk berlomba-berlomba dalam kebaikan.
Sementara itu, Ustaz Agus Wahyudi dalam tausiyahnya mengupas keistimewaan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam Islam (Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab).
Ia juga menyebutkan bahwa ada amalan yang luar biasa di bulan muharam yakni puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam.
Amalan puasa utama di bulan Muharram bagi warga LDII merujuk pada ajaran sunnah Rasulullah SAW, dengan fokus utama pada Puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram). Berdasarkan tuntunan Islam, puasa ini diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu,”jelas ustadz Agus.

Ditutup dengan Doa yang diimami oleh H. Muslimin Achyar selaku ketua PC LDII Kedamaian yang sedikit mengingatkan bahwa doa adalah wujud kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta.
Berdoa bukan sekadar meminta hajat, melainkan bentuk ibadah paling agung yang mendatangkan ketenangan jiwa dan perlindungan dari segala keburukan,” ungkapnya, sekaligus menutup rangkaian acara pengajian akbar hari ini. (sh)














Leave a Reply
View Comments